KPK Usut Pengumpulan Dana dari Kepala Sekolah untuk Pemenangan Rohidin di tempat pemilihan kepala daerah 2024

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Saidirman sebagai saksi di perkara dugaan pemerasan kemudian gratifikasi untuk dituduh mantan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (RM). Pemeriksaan Saidirman dijalankan pada Senin, 3 Maret 2025.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika menyebutkan, penyidik mendalami pengumpulan uang dari kepala SMA pada Bengkulu untuk Rohidin.
“Penyidik mendalami pengumpulan uang dari para kepala sekolah tingkat SMA di dalam Daerah Perkotaan Bengkulu yang digunakan tergabung di Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Daerah Perkotaan Bengkulu untuk pemenangan Tersangka RM,” kata Tessa, Rabu (5/3/2025).
Selain itu, Tessa juga menerangkan, penyidik mendalami adanya temuan percakapan dugaan perintah untuk menyamakan keterangan antarsaksi kepala sekolah. “Penyidik juga mendalami temuan percakapan dugaan adanya perintah untuk menyamakan keterangan antarsaksi kepala sekolah di tempat hadapan penyidik,” jelasnya.
Sebagai informasi, KPK telah dilakukan menetapkan Rohidin Mersyah (RM) kemudian dua orang lainnya sebagai terdakwa pada perkara dugaan korupsi berbentuk pemerasan dan juga gratifikasi di area lingkungan otoritas Provinsi Bengkulu.
Adapun dua terperiksa lainnya adalah Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri (IF) juga ajudan Gubernur Bengkulu Evrianshah (EV) alias Anca. Mereka diduga melakukan pemerasan untuk ASN di area Bengkulu untuk keperluan pemenangan Rohidin pada pemilihan gubernur 2024.
KPK menyatakan besaran setoran ke Rohidin berbeda antara satu pejabat Pemprov dan juga pejabat lainnya. Selain itu, KPK juga menyita amplop bergambar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang digunakan akan digunakan untuk serangan fajar di area pemilihan gubernur 2024 bervariasi. Nominalnya berkisar antara Rp20.000-100.000. Untuk jumlah total amplop yang dimaksud bervariasi antara puluhan hingga banyak ribu.
“Informasi yang mana saya dapatkan bervariasi antara Rp100.000, Rp50.000, lalu Rp20.000,” kata Tessa di area Gedung Merah Putih KPM, Selasa, 26 November 2024.




