Reaksi Bumi menghadapi Serangan negeri Israel ke Markas Tim sepak bola PBB, Lukai 2 TNI

Daftar Isi
- UNIFIL
- negeri Israel
- Amerika Serikat
- Italia
- Prancis
- Spanyol
- Irlandia
- Uni Eropa
Jakarta – Tim Sementara PBB ke Lebanon (UNIFIL) mengemukakan pada Kamis bahwa dua pasukan penjaga perdamaian mereka, yang dimaksud berasal dari Indonesia, terluka akibat tank negara Israel menembaki sebuah menara pengawas ke markas pasukan yang disebutkan pada Ras an-Naqoura.
UNIFIL mengutarakan pada sebuah pernyataan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah “pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional”.
Organisasi penjaga perdamaian, yang dimaksud terdiri dari sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dari 50 negara kemudian didirikan pada tahun 1978, mengemukakan pasukan negeri Israel telah lama “sengaja” menembaki posisinya di dalam sepanjang perbatasan.
UNIFIL
Juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengemukakan bahwa serangan itu merupakan perkembangan yang mana “sangat serius”.
Tenenti menjelaskan bahwa negara Israel sebelumnya sudah meminta-minta pasukan penjaga perdamaian untuk pindah dari “posisi tertentu” di dalam dekat perbatasan, tetapi “kami memutuskan untuk terus tinggal oleh sebab itu penting bagi bendera PBB untuk berkibar di dalam [bagian] selatan Lebanon.”
“Jika situasi berubah menjadi tidak ada memungkinkan bagi misi untuk beroperasi di dalam selatan Lebanon … terserah Dewan Security untuk memutuskan bagaimana cara bergerak maju,” katanya, seperti diambil Al Jazeera, Hari Jumat (11/10/2024).
“Saat ini, kami masih tinggal, kami mencoba melakukan apa pun yang kami sanggup untuk memantau [dan] memberikan bantuan,” tambah Tenenti.
Israel
Militer negeri Israel mengemukakan pasukannya mengurangi tembakan di dalam dekat UNIFIL pasca menginstruksikan pasukan PBB dalam area yang dimaksud untuk permanen berada di dalam tempat yang tersebut dilindungi.
Dikatakan di sebuah pernyataan bahwa pejuang Hizbullah beroperasi dari pada dan juga dekat tempat sipil ke Lebanon selatan, di antaranya area dekat pos UNIFIL.
“IDF beroperasi di Lebanon selatan juga melindungi komunikasi rutin dengan UNIFIL,” kata militer Israel, menggunakan akronim untuk Pasukan bola Perlindungan Israel.
Duta Besar tanah Israel untuk PBB, Danny Danon, memaparkan bahwa ia merekomendasikan agar pasukan penjaga perdamaian dipindahkan sejauh lima kilometer ke utara “sementara situasi pada sepanjang Garis Biru masih tidaklah stabil akibat agresi Hizbullah”.
Amerika Serikat
Gedung Putih “sangat prihatin” dengan laporan bahwa negara Israel menembaki markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di dalam Lebanon selatan, kata juru bicara Dewan Keselamatan Nasional.
“Kami mengerti akan bahwa negara Israel berada dalam melakukan operasi terarah pada dekat Garis Biru untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah yang dapat digunakan untuk mengancam warga Israel,” kata juru bicara tersebut, mengacu pada garis demarkasi antara tanah Israel kemudian Lebanon.
“Sementara merekan melakukan operasi ini, sangat penting bahwa mereka itu tidaklah mengancam keselamatan serta keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB.”
Italia
Menteri Defense Italia Guido Crosetto mengatakan serangan terhadap pangkalan UNIFIL “sama sekali tak dapat diterima”.
“Ini bukanlah kesalahan lalu tidak kecelakaan,” kata Crosetto pada konferensi pers. “Itu dapat dianggap sebagai kejahatan pertempuran serta merupakan pelanggaran yang sangat kritis terhadap hukum militer internasional.”
Ia menambahkan bahwa ia sudah pernah memanggil duta besar tanah Israel untuk meminta-minta penjelasan menghadapi serangan tersebut.
Prancis
Kementerian untuk Eropa juga Luar Negeri Prancis mengutuk serangan tersebut. Mereka mengutarakan bahwa pihaknya sedang mengawaitu penjelasan dari negara Israel mengenai alasan terjadinya serangan tersebut.
“Prancis menyampaikan keprihatinan yang digunakan mendalam setelahnya tembakan negara Israel yang tersebut mengenai Pasukan sepak bola Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Lebanon (UNIFIL) lalu mengutuk setiap serangan terhadap keamanan UNIFIL,” kata Kementerian Luar Negeri pada sebuah pernyataan.
“Perlindungan pasukan penjaga perdamaian merupakan kewajiban yang tersebut berlaku bagi semua pihak yang tersebut berkonflik,” tambah pernyataan tersebut.
Spanyol
Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan serangan yang dimaksud sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum internasional”.
“Pemerintah Spanyol mengutuk keras tembakan tanah Israel yang mengenai markas besar UNIFIL di Naqoura,” kata kementerian yang dimaksud pada sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa keamanan pasukan penjaga perdamaian “terjamin”.
Irlandia
Perdana Menteri Simon Harris mengutuk serangan yang disebutkan juga mengatakan, “setiap penembakan dalam sekitar pasukan atau sarana UNIFIL adalah tindakan yang dimaksud gegabah dan juga harus dihentikan”.
Irlandia mempunyai sekitar 370 tentara pada misi penjaga perdamaian.
Uni Eropa
Kepala kebijakan luar negeri Josep Borrell menyatakan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, yang digunakan posisinya sudah ada diketahui, adalah “tindakan yang dimaksud tidaklah dapat diterima, yang tiada dapat dibenarkan”.
“Dua anggota Blue Helmets sudah pernah terluka dan juga ini tiada dapat diterima. Setiap serangan yang mana disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap Hukum Humaniter Internasional lalu Resolusi 1701 DK PBB: negeri Israel memiliki kewajiban untuk menghormati keduanya. Akuntabilitas penuh diperlukan,” tulis Borrell dalam X.
Ia menegaskan kembali “dukungan penuh” UE terhadap UNIFIL.
Next Article Bos PBB : Bumi Tak Sanggup Jika Lebanon Jadi Daerah Gaza Kedua
Artikel ini disadur dari Reaksi Dunia atas Serangan Israel ke Markas Pasukan PBB, Lukai 2 TNI




