Bank Teratas Planet Ini adalah Ramal Dolar Negeri Paman Sam Bisa Kehilangan Status Global

JAKARTA – Aliansi BRICS sedang pada upaya untuk menjungkirbalikkan dolar Amerika Serikat serta menggantikan dominasinya dengan mata uang lokal. Pergeseran ke arah penyelesaian perdagangan pada mata uang lokal sudah pernah meningkat sejak Gedung Putih menjatuhkan sanksi terhadap Rusia pada tahun 2022. Negara-negara berprogres mengesampingkan dolar Negeri Paman Sam untuk proses lintas batas dan juga semakin berbagai menggunakan mata uang lokal untuk penyelesaian pembayaran.
Deutsche Bank menulis di rekam jejak baru-baru ini terhadap para pemangku kepentingan bahwa dolar Amerika Serikat dapat berakhir di tempat pihak yang mana kalah. Laporan ini muncul setelahnya aliansi BRICS secara agresif mengejar program dedolarisasi untuk menjatuhkan dolar AS. “Kami tak menulis ini dengan enteng. Namun kecepatan kemudian skala perubahan global sangat cepat sehingga hal ini perlu diakui sebagai sebuah kemungkinan,” ujar Kepala Strategi FX Global Deutsche Bank, George Saravelos pada sebuah catatan klien baru-baru ini, diambil dari Watcher Guru, Akhir Pekan (16/3/2025).
Bank teratas dunia ini melaporkan bahwa dolar Amerika Serikat tidaklah menguat secara material ketika BRICS memajukan inisiatif dedolarisasi di tempat seluruh dunia.
“Sulit untuk melebih-lebihkan skala inovasi yang dimaksud terjadi pada hubungan kegiatan ekonomi kemudian geopolitik global di hitungan hari. Apa yang dimaksud menonjol pada reaksi lingkungan ekonomi hari ini adalah bahwa dolar tidak ada menguat secara material. Kami tiada mengharapkan pergerakan pangsa seperti ini dalam awal tahun,” kata Saravelos.
Catatan yang disebutkan juga menyebutkan, perpindahan geopolitik akan mengantarkan pada dolar yang tambahan lemah sehingga BRICS akan meraih kemenangan. “Dengan menggabungkan semuanya, kita mulai menjadi lebih tinggi terbuka terhadap prospek tren yang dimaksud tambahan luas lalu lebih lanjut lemah yang tersebut sedang berlangsungā untuk dolar. “Dua pilar peran Amerika di area dunia sedang ditantang secara fundamental: dukungan keamanan Negeri Paman Sam untuk Eropa dan juga penghormatan terhadap perdagangan bebas berbasis aturan,” Deutsche Bank menyimpulkan.




