Bantuan Amerika Serikat ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah terjadi mengumumkan bahwa ia akan datang menghentikan pendanaan ke Afrika Selatan , usai menuduh pemerintah negara itu “menyita” tanah. Trump menerangkan pada sebuah postingan di dalam platform digital Truth Social, menuding Pretoria melakukan “pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran.”
“Amerika Serikat bukan akan mendukungnya, kami akan bertindak. Saya juga akan memotong semua pendanaan masa depan ke Afrika Selatan sampai penyelidikan penuh menghadapi situasi ini selesai!” katanya.
Bulan lalu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menyetujui secara resmi RUU kontroversial yang digunakan memungkinkan pemerintah untuk mengambil alih properti tanpa kompensasi di kondisi tertentu. Undang-undang baru ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan rasial pada kepemilikan tanah, permasalahan lama di dunia usaha paling progresif di tempat Afrika sejak Apartheid berakhir pada tahun 1994.
Pemerintah sudah menetapkan target untuk mentransfer 30% lahan pertanian dari petani lapisan kulit putih -yang sebagian besar masih menguasainya- untuk rekan-rekan dermis hitam hingga tahun 2030. otoritas Afrika Selatan mengungkapkan bahwa selama era Apartheid, ribuan keluarga dermis hitam dipindahkan secara paksa dari tanah dia di area bawah Undang-Undang Tanah Pribumi tahun 1913.
Sementara itu, Pretoria menjelaskan bahwa Undang-Undang Pengambilalihan tak mengizinkan pengambilalihan sewenang-wenang kemudian butuh kesepakatan dengan pemilik properti. Namun para kritikus menyampaikan peringatan bahwa hal itu dapat mengakibatkan situasi yang dimaksud mirip dengan penyitaan tanah Zimbabwe pada tahun 1980-an.
Kelompok oposisi terbesar di dalam Afrika Selatan dan juga salah satu partai pada pemerintahan koalisi Ramaphosa, “sangat menentang” undang-undang baru, hingga mengancam akan segera menempuh jalur hukum.
Pretoria berada di tempat bawah tekanan dari mitra Baratnya, teristimewa AS, di beberapa tahun terakhir, sebagian sebab hubungan dekatnya dengan Rusia. Terlebih Afrika Selatan diketahui merupakan salah pendukung utama BRICS , kelompok negara tumbuh yang digunakan digadang-gadang akan segera menyaingi dominasi AS.
Menurut statistik pemerintah AS, Washington menyisihkan hampir USD440 jt bantuan ke Afrika Selatan pada tahun 2023.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Ramaphosa mengungkapkan beliau akan melibatkan Trump tentang kebijakan reformasi tanah lalu isu-isu kepentingan bilateral, mengacu pada Negeri Paman Sam sebagai “mitra urusan politik serta perdagangan strategis utama untuk Afrika Selatan.”
“Afrika Selatan adalah demokrasi konstitusional yang tersebut berakar kuat di supremasi hukum, keadilan serta kesetaraan. otoritas Afrika Selatan belum menyita tanah apapun,” katanya.




