Eliano Reijnders Tunggu Tijjani Reijnders dalam Piala Planet 2026

Timnas Indonesia berada dalam bersiap menghadapi dua laga krusial pada Kualifikasi Piala Global 2026 melawan Australia juga Bahrain. Dalam skuad yang mana dipilih oleh ahli Patrick Kluivert, nama Eliano Reijnders turut masuk di daftar 29 pemain yang mana akan bertanding.
Eliano, yang digunakan berposisi sebagai bek kanan, tampaknya sangat antusias menyambut panggilan tersebut. Pemain berusia 24 tahun ini bahkan mengunggah foto dirinya mengenakan jersey tandang Timnas Indonesia dalam akun Instagram pribadinya dengan caption “Sampai ketemu lagi,” disertai stiker bendera Indonesia. Unggahan ini mendapat berbagai respons positif, termasuk dari sang kakak, Tijjani Reijnders, yang dimaksud memberikan emoji tangan berotot sebagai bentuk dukungan.
Eliano baru melakoni debutnya bersatu Timnas Indonesia pada 2024 pada waktu menghadapi Bahrain. Namun, setelahnya itu ia belum mendapat sejumlah kesempatan bermain, termasuk absen pada laga melawan China serta Jepang. Meski begitu, Kluivert kembali memanggilnya untuk menguatkan skuad Garuda di dalam pertandingan melawan Australia kemudian Bahrain.
Sementara itu, sang kakak, Tijjani Reijnders, berada dalam menikmati karier gemilang di area Eropa bersatu AC Milan. Pemain yang tersebut pada saat ini membela Timnas Belanda ini menjadi sosok yang tersebut diidolakan Eliano. Tak heran apabila Eliano berharap mampu tampil di dalam Piala Bumi 2026 juga berkesempatan menghadapi kakaknya di tempat kompetisi sepak bola terbesar dunia tersebut.
Di posisinya sebagai bek kanan, Eliano harus bersaing ketat dengan pemain lain seperti Sandy Walsh kemudian Kevin Diks. Meski demikian, pengalaman bermain dalam Kompetisi Belanda dengan PEC Zwolle menjadi modal berharga bagi Eliano untuk membuktikan diri.
Dengan ambisi besar yang digunakan ia miliki, Eliano Reijnders bukanlah hanya saja ingin membela Timnas Indonesia, tetapi juga bermimpi sanggup berhadapan dengan kakaknya di area Piala Global 2026. Jika hal itu terwujud, pertemuan keduanya bisa jadi menjadi momen bersejarah bagi keluarga Reijnders juga tentu semata bagi sepak bola Indonesia.




