Olahraga

Profil Quentin Jakoba, Pelatih Fisik Anyar Timnas Indonesia

Quentin Jakoba, pembimbing fisik jika Belanda, resmi bergabung dengan pasukan pembimbing Timnas Indonesia pada bawah asuhan Patrick Kluivert . Pria kelahiran Tilburg, 19 Desember 1987 ini menyebabkan segudang pengalaman baik sebagai pemain maupun ahli fisik.

Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Quentin Jakoba adalah seseorang pemain sepak bola. Ia memulai kariernya dalam akademi klub Willem II, salah satu klub ternama di dalam Belanda.

Setelah itu, ia sempat membela FC Eindhoven serta beberapa klub lainnya. Namun kariernya sebagai pesepak bola kurang menonjol.

Setelah pensiun sebagai pemain, Quentin Jakoba memutuskan untuk berkarier sebagai ahli fisik. Pengalamannya sebagai pemain membuatnya memahami betul keinginan fisik orang atlet. Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, ia sempat menjabat sebagai instruktur fisik dalam beberapa klub, termasuk Timnas CuraCao.

Mengapa Quentin Jakoba?

Profil Quentin Jakoba, Pelatih Fisik Anyar Timnas Indonesia

Foto: Quentin Jakoba (@qjakoba)

Patrick Kluivert memilih Quentin Jakoba sebagai instruktur fisik sebab beberapa alasan. Pertama, ia mempunyai pengalaman yang dimaksud luas pada dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun pembimbing fisik.

Kedua, Quentin Jakoba memahami memahami betul apa yang digunakan dibutuhkan oleh manusia pemain untuk mencapai performa terbaiknya. Selain itu, beliau juga dinilai mempunyai visi yang sebanding dengan Kluivert pada mengembangkan Timnas Indonesia.

Nantinya, Quentin Jakoba akan merancang kegiatan latihan fisik yang digunakan intensif untuk meningkatkan kebugaran para pemain. Dengan acara latihan yang tepat, diharapkan dapat meminimalisir risiko cedera pada para pemain.

Diharapkan, acara Latihan fisik yang digunakan dirancang Quentin Jakoba dapat meningkatkan performa pemain di tempat lapangan. Namun begitu, ada beberapa hal yang digunakan akan datang menjadi tantangan ketika ia menjalani pekerjaannya sebagai instruktur fisik Timnas Indonesia. Salah satunya adalah kualitas lapangan di tempat Indonesia yang digunakan belum merata juga dapat menjadi kendala pada pelaksanaan inisiatif latihan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button