Lakpesdam PBNU: Moderasi Beragama kemudian Cinta Tanah Air Kunci Pokok Hadapi Ideologi Transnasional

JAKARTA – Lembaga Kajian dan juga Pembangunan Informan Daya Orang (Lakpesdam) PBNU mengungkap adanya tren budaya populer yang dikembangkan oleh organisasi terlarang guna menyisipkan ideologi yang mana bertentangan dengan Pancasila.
Pergerakan yang dimaksud tidak ada lagi konvensional seperti ceramah pada umumnya, melainkan dikemas lebih lanjut populer seperti seminar, workshop, reuni atau konferensi dengan skala besar. Hal ini perlu diwaspadai demi menjaga stabilitas keamanan lalu kenyamanan dalam masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, pengurus Lakpesdam PBNU, M Najih Arromadloni menyayakan pentingnya menggelorakan semangat hubbul wathan minal iman atau mencintai tanah air bagian dari iman, di tempat kalangan pemuda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
“Cinta terhadap tanah air adalah fitrah, dan juga sejalan dengan ajaran agama. Hakikatnya membela negara itu juga bagian daripada membela agama,” kata pria yang digunakan akrab disapa Gus Najih ini di tempat Jakarta, disitir Hari Minggu (17/11/2024).
Ia menilai, meskipun hubbul wathan minal iman bukanlah sebuah redaksi hadis, namun secara substansi, hal ini sesuai dengan semangat dan juga ajaran Nabi Muhammad SAW.
Sehingga hal ini perlu digelorakan untuk menjaga semangat nasionalisme, khususnya bagi para pemuda.
“Nasionalisme mirip sekali tak bertentangan dengan Islam justru nasionalisme ini adalah hal yang tersebut diajarkan oleh Islam,” ucap Gus Najih.




