Bisnis

Indonesia dorong efisiensi biaya operasional logistik pada event MSW

DKI Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggalakkan efisiensi biaya operasional logistik bagi pelaku bidang maritim nasional hingga internasional melalui turnamen Maritime Single Window (MSW) 2024, yang mana diselenggarakan di tempat Bali.

"Maritime Single Window pada Indonesia memungkinkan penurunan waktu proses clearance yang tersebut signifikan, mengempiskan penumpukan dokumen, juga menurunkan beban administratif bagi pelaku bisnis," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priadi ketika membuka Workshop Maritime Single Window di Bali, Selasa.

Dia menyampaikan, sebagai negara kepulauan terbesar dalam dunia, transportasi laut Indonesia memainkan peran penting sebagai simpul konektivitas antar pulau dan juga menjadi urat nadi yang digunakan mengupayakan peningkatan kegiatan ekonomi nasional.

Guna menghadirkan pembaharuan besar di efisiensi, keamanan, lalu daya saing logistik maritim, metamorfosis digital pada sektor transportasi laut dibutuhkan untuk meningkatkan layanan pelabuhan yang digunakan berkesinambungan juga berkelanjutan.

Melihat hal tersebut, lanjut Antoni, Indonesia telah lama mengambil langkah signifikan pada meningkatkan efisiensi lalu transparansi proses kepelabuhanan melalui penerapan MSW.

“Inisiatif ini sudah pernah dimulai sejak tahun 2016 lalu merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk membantu perubahan struktural digital dalam sektor transportasi laut,” kata beliau di keterangan di area Jakarta.

Workshop Maritime Single Window 2024 yang mana diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan adalah tahun kedua forum tahunan ini digelar.

Tahun ini, Workshop MSW dihadiri oleh sekitar 100 kontestan dari 12 negara, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Ekuador, Ethiopia, Kenya, Liberia, Madagaskar, Maladewa, Nigeria, Papua Nugini, Filipina, Togo, serta Indonesia dan juga menghadirkan pembicara tamu dari Jepun lalu Indonesia sebagai tuan rumah.

Antoni menjelaskan, Maritime Single Window di dalam Indonesia memungkinkan penurunan waktu proses clearance yang digunakan signifikan, mengempiskan penumpukan dokumen, dan juga menurunkan beban administratif bagi pelaku bisnis.

Dengan dukungan teknologi digital, lanjut Antoni, proses permohonan izin, pengecekan dokumen, hingga pengelolaan lalu lintas barang dapat dijalankan dengan lebih lanjut cepat dan juga transparan, sehingga menurunkan biaya operasional logistik.

"Keuntungan ini tiada belaka dirasakan oleh pelaku sektor maritim nasional tetapi juga oleh perusahaan internasional yang dimaksud beroperasi di area Indonesia, meningkatkan daya saing logistik nasional secara keseluruhan,” tuturnya.

Pihaknya turut menggarisbawahi, dengan hadirnya MSW, Indonesia telah lama menghubungkan 264 pelabuhan dalam seluruh negeri melalui sistem Inaportnet.

Dia menerangkan, Inaportnet merupakan upaya eksekutif Indonesia di memperlancar kapal masuk pelabuhan, kegiatan bongkar muat dan juga kapal meninggalkan pelabuhan.

"Hal yang disebutkan sangat berpengaruh terhadap lamanya kontainer berada di dalam Pelabuhan,” terangnya.

Langkah ini, ungkap Antoni, tiada hanya saja meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan tetapi juga mengupayakan integrasi perekonomian dengan jaringan perdagangan internasional, menguatkan sikap Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Lebih lanjut, tindakan Indonesia untuk mengimplementasikan MSW sudah pernah selaras dengan hasil Sidang Facilitation Committee ke-47 pada International Maritime Organization (IMO) tahun 2023 lalu.

“Hasil sidang yang dimaksud telah lama mengadopsi amandemen terhadap Convention on Facilitation of International Maritime Traffic atau yang tersebut disebut sebagai FAL Convention, pada mana semua negara anggota IMO wajib menerapkan Maritime Single Window mulai 1 Januari 2024,” jelasnya.

Pada kesempatan yang dimaksud sama, Direktur Lalu Lintas dan juga Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Hartanto mengungkapkan Workshop MSW mencerminkan komitmen Indonesia sebagai anggota Dewan (Council) IMO yang mana memperkuat pertukaran pengetahuan kemudian best practices pada penerapan MSW.

“Oleh oleh sebab itu itu, Indonesia berjanji untuk terus mengembangkan Maritime Single Window, juga di tempat sisi lain, membuka prospek untuk menguatkan kerja serupa dengan negara anggota IMO lainnya guna meningkatkan implementasi dan juga pengembangan Maritime Single Window,” jelas Hartanto.

Hartanto berharap Workshop Maritime Single Window akan memberikan sumbangan positif pada menyokong perubahan fundamental digital pada pelayaran yang lebih lanjut baik di area masa yang digunakan akan datang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button