Gervonta Davis Terima Tantangan Lawan Naoya Inoue, Arab Saudi Jadi Tuan Rumah?

LAS VEGAS – Gervonta Davis akhirnya angkat bicara mengenai kemungkinan duel melawan Naoya Inoue , salah satu petinju pound-for-pound terbaik dalam dunia. Dalam sebuah unggahan yang digunakan pada saat ini telah lama dihapus, Davis menegaskan dirinya adalah “petinju yang tersebut semua orang ingin lihat melawan siapa pun.” Pernyataan ini muncul pada berada dalam desakan para penggemar tinju yang tersebut menginginkan pertarungan epik antara dua raksasa tak terkalahkan tersebut.
Naoya Inoue, yang dimaksud dijuluki “The Monster,” baru belaka mencatatkan kemenangan KO spektakuler melawan Ye Joon Kim dalam Jepang. Dengan rekor tak terkalahkan lalu penghargaan juara dunia tak terbantahkan di tempat dua divisi, Inoue terus menunjukkan dominasinya di area super bantam. Namun, kehabisan lawan tangguh di area divisinya menyebabkan sejumlah pihak menyerukan agar ia naik kelas untuk menghadapi tantangan baru, termasuk kemungkinan melawan Davis.
Sementara itu, Davis, yang sekarang ini bertarung di tempat kelas ringan, juga merupakan salah satu bintang terbesar di tempat dunia tinju. Dengan rekor tak terkalahkan juga kemenangan menghadapi nama besar seperti Ryan Garcia, Davis menjadi daya tarik pertarungan besar di tempat divisinya. Meski begitu, gagasan duel melawan Inoue dinilai sulit terwujud akibat perbedaan berat badan yang dimaksud signifikan.
Perbedaan Kelas Berat Jadi Tantangan Utama
Jika duel ini terealisasi, Inoue harus meningkatkan tiga kelas berat juga menambah 13 pon untuk bertarung dalam kelas ringan. Sebaliknya, Davis pernah bertarung dalam kelas bulu dan juga super bulu, namun belum jelas apakah ia bersedia turun lagi demi melawan Inoue.
Kendati tantangan ini terlihat besar, daya tarik duel ini tak dapat disangkal. Dengan gaya bertarung agresif dan juga kekuatan pukulan luar biasa dari keduanya, Davis vs. Inoue bisa saja menjadi salah satu pertarungan terbesar di sejarah tinju.
Menariknya, duel ini juga menarik perhatian Saudi Boxing Chief, Turki Alalshikh, yang mengatakan laga ini sebagai salah satu impian terbesar yang dimaksud ingin diwujudkannya. Meski Davis pada waktu ini belum memiliki hubungan kerja dengan promotor di area Timur Tengah, prospek bayaran besar dapat menjadi daya tarik untuk merealisasikan pertarungan.
Di sisi lain, Inoue sendiri berencana menembus lingkungan ekonomi tinju Amerika Serikat pada 2025, dengan Las Vegas sebagai tujuan utama. Petinju Negeri Sakura ini juga mengincar prospek bertarung dalam Saudi Arabia pada tahun yang tersebut sama.
Dalam sebuah wawancara, Inoue mengungkapkan ambisinya, “Musim semi 2025 akan menjadi momen besar bagi saya untuk bertarung di dalam luar negeri, termasuk di dalam Las Vegas kemudian Saudi Arabia. Saya ingin terus berlatih serta meningkatkan kemampuan hingga akhir karier saya.”
Meski sejauh ini duel Davis vs. Inoue masih sebatas mimpi, gaungnya terus terdengar di dalam dunia tinju. Keduanya mengakibatkan daya tarik luar biasa, baik dari segi teknis di area menghadapi ring maupun kekuatan komersial yang mana mampu menarik perhatian penggemar dalam seluruh dunia.
Jika benar-benar terjadi, pertarungan ini tak semata-mata akan menjadi adu gengsi antara dua petinju tak terkalahkan, tetapi juga menciptakan sejarah baru dalam dunia tinju. Apakah Davis juga Inoue akhirnya akan bertemu pada berhadapan dengan ring? Hanya waktu yang mana bisa jadi menjawab.




