Bella Hadid Kecam Pengusiran Rakyat Palestina: Mereka Berhak melawan Kebebasan

JAKARTA – Model cantik Bella Hadid kembali angkat bicara tentang Palestina, tanah Israel lalu rencana Amerika untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah kelahiran mereka.
Hal ini disampaikan Bella Hadid melalui unggahan di tempat Instagram pribadinya, di dalam mana pada postingan terbaru, beliau memperlihatkan sebuah tangan yang dimaksud dipenuhi warna merah dan juga bintik hitam, mirip semangka.
Bella Hadid mengunggah sebiah gambar milik @dr.azra sebagai latar untuk bersuara menghadapi warga Palestina. Dia menulis tentang tanah Palestina.

“Selalu begitu, serta akan selalu begitu. Akar di dalam tanah, akar di dalam darah kita, akar di dalam hati kita, akar budaya Palestina, garis keturunan, serta sejarah—ini adalah akar yang digunakan dalam. Akar yang digunakan tidaklah akan pernah dapat direnggut oleh siapa pun. Tidak peduli kekuasaan, uang, atau orangnya,” tulis Bella Hadid.
“Hati. Kekuatan. Kedalaman pengetahuan sejati yang mana dimiliki rakyat Palestina akan selalu bertambah subur. Dan kami tidaklah akan pernah lupa,” tulis ia lagi.
Bella merasakan bagaimana rakyat menjadi korban berhadapan dengan dampak yang tersebut terjadi akibat konflik sehingga, kata Bella, mereka itu berhak melawan hak asasi manusia dan juga berhak mendapat kebebasan.
“Rakyat kita—leluhur saya—dan warga Palestina yang digunakan pada waktu ini terkena dampak kengerian ini, tak hanya saja pada Kawasan Gaza tetapi juga di dalam Tepi Barat, berhak berhadapan dengan hak asasi manusia yang mendasar. Mereka berhak melawan kebebasan untuk datang serta pergi sesuka hati. Mereka berhak untuk tetap saja terhubung dengan tanah tempat leluhur mereka itu tinggal, mencintai, dan juga mengakar keluarga, komunitas, kemudian mata pencaharian dia selama banyak tahun. Mereka seharusnya tidaklah harus hidup di ketakutan, penghinaan, atau pendudukan. Palestina akan selalu menjadi milik warga Palestina,” tulis Bella.
Netizen yang meninjau unggahan sang artis ini pun memberi beragam komentar. Mereka membantu kemerdekaan Palestina.
“Anda benar sekali. Semua yang dimaksud terjadi pada dia tidaklah manusiawi. Kita menyaksikan Holocaust SECARA LANGSUNG serta dibohongi oleh media untuk berpikir bahwa merek yang digunakan mengeksekusinya adalah korban yang digunakan sebenarnya. Sungguh memalukan, tetapi pembalasan adalah milik Tuhan lalu Dia akan memilikinya,” tulis netizen.
“Pemerintah Amerika tiada mempunyai hak untuk menggusur orang-orang Wilayah Gaza dan juga mengubah tanah merek menjadi real estat (yang setiap saat menjadi rencana) demonstrasi kemudian kebebasan untuk memprotes adalah bagian integral dari demokrasi, Palestina yang dimaksud bebas,” tulis netizen.
“Setiap kata di postingan ini. Mereka telah dilakukan berjuang mengusir orang-orang Palestina selama lebih banyak dari 77 tahun, tetapi mereka tiada tahu bahwa kami adalah benih tanah ini,” tulis netizen lainnya.




