ID FOOD lakukan pengamanan aset lahan guna membantu swasembada

Saat ini kami mempunyai 2.097 bidang aset tetap saja merupakan tanah lalu bangunan senilai Rp14,6 triliun
Jakarta – Holding BUMN Pangan ID FOOD melakukan optimalisasi kemudian pengamanan aset-aset strategis perusahaan untuk menyokong peningkatan produksi dan juga distribusi komoditas pangan guna mencapai swasembada.
VP Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono mengungkapkan ID FOOD miliki ribuan titik aset tetap memperlihatkan dalam bentuk bangunan lalu gudang yang digunakan tersebar di tempat seluruh Indonesia.
"Saat ini kami memiliki 2.097 bidang aset tetap saja terdiri dari tanah dan juga bangunan senilai Rp14,6 triliun. Mayoritas dari aset yang disebutkan sudah pernah clean and clear atau siap dioptimalkan untuk memperkuat swasembada pangan," ujar Yosdian di keterangan di area Jakarta, Selasa.
Yosdian mengatakan, pada waktu ini masih ada sebagian kecil aset tanah dan juga bangunan yang tersebut masih dikuasai swasta, instansi, atau perorangan.
Berdasarkan laporan yang dimaksud dirilis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disebutkan terdapat 147 titik aset yang ketika ini masih belum dikelola secara penuh oleh perusahaan. Terkait hal tersebut, ID FOOD telah menyiapkan kemudian melakukan langkah-langkah pengamanan.
Langkah pengamanan meliputi tracking dokumen kepemilikan terkait tanah juga bangunan milik perusahaan. Untuk aset yang dimaksud masih pada status pengaplikasian atau okupasi pihak ketiga, Yosdian menyebut, perusahaan secara bertahap melakukan mediasi untuk mengklarifikasi melawan kepemilikan aset, tentunya setelahnya melakukan koordinasi dengan BPN setempat.
Lebih lanjut, ID FOOD akan melakukan proses sertifikasi aset sebanyak 282 bidang aset. Langkah yang disebutkan untuk meningkatkan aset clean and clear agar dapat segera dioptimalkan untuk menunjang tercapainya target produksi juga pendapatan perusahaan.
"Untuk menegaskan sertifikasi tersebut, ID FOOD Group telah terjadi menganggarkan biaya pengurusan menghadapi hak tanah di Rencana Kerja juga Anggaran Korporasi Tahunan (RKAP) secara bertahap," kata Yosdian.
Untuk mengatasi aset yang tersebut dikuasai pihak ketiga, Yosdian menambahkan, ID FOOD terus melakukan upaya-upaya persuasif maupun hukum, seperti penerbitan surat peringatan keras serta surat somasi.
Terkait aset yang dikuasai pihak ketiga terdapat juga aset yang dimaksud sudah menjadi infrastruktur umum. Menurutnya, perusahaan telah terjadi berkoordinasi dengan pemerintah tempat lalu kantor pertanahan setempat untuk penentuan langkah penyelesaian lebih besar lanjut.
ID FOOD juga melakukan upaya pengamanan secara administrasi, dengan menerapkan digitalisasi pengelolaan aset tetap saja pada Sistem Data Manajemen Aset, yang tersebut berisi dokumentasi seluruh aset tetap saja ID FOOD Group dengan informasi yang dimaksud terperinci.
Selain itu, ID FOOD membentuk divisi atau unit kerja yang dimaksud menangani aset tetap, termasuk melakukan inventarisasi secara terus-menerus aset-aset tetap.
Yosdian menjelaskan, upaya pengamanan aset ini memerlukan kolaborasi serta dukungan dari kementerian serta instansi terkait.
Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan pemegang saham (Kementerian BUMN) kemudian juga Badan Pengawasan Keuangan dan juga Pembangunan (BPKP) untuk mendapatkan arahan terkait penyelesaian permasalahan yang digunakan berkaitan dengan aset tetap.




