Pelatih Timnas Indonesia Sejak Tahun 2000, Siapa Paling Sukses?

Menentukan pembimbing Timnas Indonesia yang paling sukses adalah hal yang dimaksud kompleks. Karena sang juru taktik yang disebutkan miliki tantangan lalu konteks yang tersebut berbeda-beda.
Namun di sejarah sepak bola Indonesia, ada beberapa nama pembimbing yang digunakan rutin disebut sebagai yang paling sukses. Paling sukses ini tak hanya saja berbicara tentang trofi atau medali saja, tapi bagaimana pembimbing itu mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Berikut Daftar Pelatih Timnas Indonesia Sejak Tahun 2020
2000 : Nandar Iskandar
2000 : Dananjaya (Caretaker)
2001 : Benny Dollo
2002-2004: Ivan Kolev
2004-2007: Peter Withe
2007 : Ivan Kolev
2008-2010: Benny Dollo
2010 : Alfred Riedl
2011 : Wim Rihsbergen
2012 : Aji Santoso
2012-2013: Nil Maizar
2013 : Luis Manuel Blanco
2013 : Rahmad Darmawan (Caretaker)
2013 : Jaksen F. Thiago
2014 : Alfred Rield
2015 : Benny Dollo
2015 : Pieter Huistra
2016 : Alfred Rield
2017-2018: Luis Milla
2018 : Bima Sakti
2019 : Simon McMenemy
2019 : Yeyen Tumena (Caretaker)
2020-2024: Shin Tae-yong
2025 : Patrick Kluivert
Dari daftar pembimbing yang tersebut pernah menangani Timnas Indonesia, belaka ada beberapa ahli strategi yang dimaksud mampu menghadirkan prestasi membanggakan. Benny Dollo misalnya.
Pelatih yang kerap disapa Bendol itu merupakan salah satu juru taktik Indonesia yang mana rajin mengisi kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Prestasi terbaiknya adalah menghadirkan Indonesia berada pada kedudukan runner up di dalam Piala AFF 2000.
Selain itu ada juga Alfred Riedl. Pelatih selama Austria yang digunakan beberapa kali menangani Timnas Indonesia dikenal dengan gaya bermain yang dimaksud pragmatis juga berhasil mengakibatkan Indonesia ke final Piala AFF 2010.
Sedangkan Luis Milla, ahli jika Spanyol yang mana sukses mengakibatkan Timnas Indonesia U-22 meraih medali perunggu di dalam SEA Games 2017. Gaya permainannya yang atraktif memproduksi sepak bola Indonesia semakin menarik.
Terakhir ada Shin Tae-yong. Meskipun tak pernah menghadirkan trofi juara, namun ia berhasil mengakibatkan pembaharuan yang dimaksud besar di permainan Timnas Indonesia.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah Patrick Kluivert mampu menyamai prestasi instruktur sebelumnya? Kita lihat cuma bagaimana mantan bintang Barcelona itu mampu memberikan kesan terhadap permainan Skuad Garuda.




