Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas SPBU Nakal dalam Yogyakarta

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap stasiun pengisian materi bakar umum ( SPBU ) yang mana terbukti melanggar aturan. Hal yang disebutkan dibuktikan dengan diberikannya sanksi terhadap salah satu SPBU dalam wilayah Yogyakarta yang mana terbukti melakukan kecurangan.
Temuan ini didapat pada sidak yang dimaksud dijalankan Tim Pertamina Patra Niaga pada Selasa (12/11). Dalam keterangan resminya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyatakan bahwa Pertamina Patra Niaga tiada menolerir SPBU-SPBU yang melanggar ketentuan serta melakukan kecurangan di pelayanan terhadap konsumen.
“Di Yogyakarta ada satu SPBU yang telah kami kenakan sanksi penghentian operasi juga terus kami evaluasi sanksinya dikarenakan terbukti melakukan kecurangan, paralel ada 3 SPBU dalam wilayah Yogyakarta yang mana juga sedang dijalankan investigasi,” jelas Heppy pada keterangannya, Rabu (13/11/2024).
Heppy menambahkan, pada sidak yang disebutkan kelompok Pertamina Patra Niaga didampingi oleh kelompok dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan atau dinas setempat melakukan berbagai uji serta pemeriksaan seperti uji tera juga uji densitas untuk mengamati kualitas kemudian kuantitas item BBM telah lama sesuai dengan standar Pertamina Patra Niaga.
Upaya penertiban ini merupakan inisiasi Pertamina Patra Niaga kemudian menjadi bagian dari persiapan Satuan Pekerjaan (Satgas) Nataru. Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan dengan segera terhadap kondisi SPBU pada seluruh wilayah. “Sidak sudah dijalankan di area Yogyakarta serta akan diperluas ke seluruh wikayah di dalam Indonesia khususnya yang berpotensi mengalami peningkatan keinginan pada Nataru nanti,” jelas Heppy.
Selama SPBU yang dimaksud sedang disanksi atau diinvestigasi, Pertamina Patra Niaga akan memaksimalkan agar SPBU pendukung pada sekitar SPBU yang dimaksud bisa saja memenuhi permintaan BBM di area lapangan. “Apabila warga menemukan bukti kecurangan atau keluhan terkait hasil kemudian layanan, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” instruksi Heppy.




