PSM Makassar Dihukum Pengurangan 6 Poin Buntut Pakai 12 Pemain Lawan Barito Putera

PSM Makassar resmi dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden kontroversial ketika melawan Barito Putera di laga Turnamen 1 2024/2025 di dalam Stadion Batakan, Samarinda, Hari Minggu (22/12/2024). Klub berjuluk Juku Eja dihukum pengurangan enam poin pasca terbukti memainkan 12 pemain di dalam lapangan pada menit-menit akhir pertandingan.
Hukuman ini memproduksi PSM kehilangan kemenangan yang dimaksud sebelumnya merekan raih dengan skor 3-2 menghadapi Barito Putera . Selain kemenangan dianulir, PSM juga dikenai tambahan sanksi pemotongan tiga poin, sesuai Pasal 56 lalu Pasal 28 Kode Disiplin PSSI.
Imbasnya, tempat PSM di tempat klasemen sementara Kejuaraan 1 anjlok dari peringkat 8 ke peringkat 12 dengan raihan 21 poin dari 17 laga. Sementara itu, Barito Putera mendapatkan tambahan tiga poin sebagai bentuk kompensasi, meskipun sebelumnya merek kalah secara dramatis.
Insiden 12 Pemain yang mana Picu Kontroversi
Kejadian memalukan ini terjadi di dalam menit-menit akhir laga, tepatnya ketika PSM melakukan pergantian tiga pemain secara bersamaan pada menit ke-90+7. Namun, salah satu pemain yang seharusnya digantikan tidak ada segera mengundurkan diri dari dari lapangan, sehingga PSM bermain dengan 12 pemain.
Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, secara langsung bereaksi keras terhadap insiden tersebut. Dalam konferensi pers pasca-laga, RD mengatakan bahwa insiden ini adalah pelanggaran serius yang digunakan mencoreng sportivitas. “Mereka bermain dengan 12 pemain, juga itu ada rekamannya. Kami akan melayangkan surat resmi ke Komdis PSSI,” tegas Rahmad Darmawan.
Di sisi lain, pihak PSM melalui pernyataan resminya menyatakan bahwa kejadian ini murni kesalahan teknis perangkat pertandingan. Mereka mengklaim bahwa wasit cadangan telah dilakukan menyetujui pergantian tersebut, namun wasit utama melanjutkan permainan sebelum pemain yang digunakan digantikan meninggalkan lapangan.
“Kejadian ini adalah kewenangan perangkat pertandingan. Tidak ada niat dari PSM untuk melanggar aturan,” bunyi pernyataan resmi PSM.
Insiden ini memicu beragam reaksi di area kalangan masyarakat sepak bola Indonesia. Banyak yang menyayangkan kurangnya koordinasi antara perangkat pertandingan, sementara yang mana lain menganggap ini sebagai lelucon yang mencoreng profesionalisme Kejuaraan 1.
“Kok mampu begini di tempat liga profesional? Harus ada perbaikan serius,” tulis salah satu netizen di tempat media sosial.




