Raksasa dalam Octagon: Para Petarung UFC Jangkung yang mana Mendominasi Arena

Selama bertahun-tahun, arena UFC telah terjadi menjadi panggung bagi para petarung dengan postur tubuh menjulang tinggi. Sebut semata Kendall Grove dan juga Stefan Struve, para petarung yang digunakan tingginya tambahan dari enam kaki sudah membuktikan bahwa merekan mampu meraih kesuksesan gemilang di dalam di Octagon.
Tak sedikit dari merek yang dimaksud memanfaatkan keunggulan fisiknya itu untuk mendominasi para lawan. Hingga ketika ini, tercatat ada 18 petarung yang terikat kontrak dengan UFC dengan tinggi badan mencapai enam kaki empat inci atau lebih.
Petarung ini adalah para raksasa dalam melawan ring, dengan tinggi badan dan juga jangkauan lengan yang mana memproduksi lawan-lawan merek merasa kecil. Para petarung jangkung ini tidaklah hanya sekali mengandalkan tinggi badan semata.
Petarung dengan postur tinggi yang disebutkan juga memanfaatkan jangkauan lengan yang mana lebih banyak panjang untuk mengecoh lawan, melegakan pukulan, dan juga tendangan dari jarak yang digunakan sulit dijangkau, atau mengunci lawan pada kuncian mematikan. Postur tubuh yang tersebut jangkung memberikan banyak keunggulan bagi para petarung UFC. Selain jangkauan serangan yang tersebut lebih banyak luas, mereka itu juga mempunyai keuntungan di pertarungan jarak jauh.
Para petarung juga dapat dengan mudah menjaga jarak aman dari lawan, sambil melegakan serangan-serangan yang dimaksud sulit diantisipasi. Tak semata-mata itu, postur tubuh yang digunakan tinggi juga memberikan keuntungan pada teknik kuncian.
Lengan kemudian kaki yang panjang memungkinkan merekan untuk mengunci lawan pada sikap yang tersebut sulit dihindari. Tentunya, peluncuran merekan di dalam Octagon setiap saat menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar UFC. Siapa Saja Mereka?
Daftar 5 Petarung UFC Jangkung yang dimaksud pada waktu Hal ini Terikat Kontrak:
1. Tallison Teixeira
Teixeira dari Brasil pada saat ini resmi menjadi petarung tertinggi di area UFC pasca melakukan debut dinamis untuk iklan yang dimaksud di dalam UFC 312. Sebagian besar calon petarung bukan mendapatkan UFC pertama merek di area tengah-tengah kartu bayar-per-tayang, tetapi petarung kelas berat Teixeira bukanlah petarung biasa.
Petarung dengan tinggi 6 kaki 7 inci, juga jangkauan 81 inci itu memasuki Octagon dalam Sydney, Australia tanpa pernah mengawasi ronde kedua pada karier profesionalnya, juga ia tidaklah membuang waktu untuk mengalahkan Junior Tafa pada 35 detik. Jika dilihat dari kesan pertama, petarung tertinggi di area UFC ini kemungkinan besar akan menjadi salah satu yang dimaksud paling menarik.
2. Alexander Volkov
Alexander Volkov sudah lama berkecimpung di dalam MMA tingkat tinggi dikarenakan kemampuannya menggunakan jangkauannya dengan tepat untuk melawan lawan yang dimaksud pendek. Volkov sangat ahli di menggunakan pukulan lurus kemudian tendangan kaki panjang untuk menjaga jarak dengan lawannya.
Ia miliki beberapa teknik kickboxing terbaik di dalam divisinya. Pemakaian jangkauan serta pertahanan yang mana kokoh oleh Volkov dapat dikaitkan secara langsung dengan total kekalahan KO-nya yang digunakan rendah. Petinju Rusia bertubuh besar ini sudah pernah dikalahkan KO oleh sesama petinju besar Derrick Lewis serta Tom Aspinall, tetapi masih masih menjadi pesaing yang dimaksud tangguh pada divisinya.
3. Valter Walker
Valter Walker adalah saudara dari Johnny Walker juga ingin memulai pembangunan kariernya sendiri, tetapi telah lama menjadi korban dari kurangnya aktivitas. Ia tercatat hanya saja bertarung dua kali sejak 2023. Dalam pertarungan Valter melawan Lukasz Brzeski, ia mengambil pendekatan yang dimaksud sangat jauh berbeda terhadap pertarungannya dibandingkan saudaranya.
Valter menggunakan gulatnya untuk mengamankan beberapa takedown di tempat awal pertarungan, tetapi Brzeski mampu bangkit kembali juga menjatuhkan Walker di tempat berhadapan dengan kakinya. Petinju yang mana lebih banyak pendek menang pada hal ini, tetapi Walker bangkit kembali dengan sangat baik dengan mengalahkan Junior Tafa pada bulan Agustus 2024
4. Don’Tale Mayes
Don’Tale Mayes adalah salah satu dari sedikit petarung pada daftar ini yang digunakan benar-benar memanfaatkan tinggi badan kemudian jangkauannya untuk menahan lawan dengan serangan anggota tubuh bagian depan. Meskipun ia dapat berdiri dengan baik, Mayes juga sangat ahli pada hal grappling. Petarung berusia 32 tahun ini telah terjadi meraih kemenangan beberapa kompetisi negara bagian sebagai individu judoka.
Mayes terjun ke dunia pertarungan profesional di tempat awal kariernya. Meskipun rekornya tidaklah terlalu menonjol, ia bertarung dengan lawan yang cukup baik terpencil sebelum memulai pendakiannya ke peringkat kelas berat UFC. Ia miliki keterampilan untuk menjadi petarung papan menghadapi jikalau ia dapat melakukannya secara konsisten.
5. Johnny Walker
Johnny Walker adalah salah satu petarung paling atletis di sejarah MMA yang mana bertarung di dalam kelas berat ringan serta beberapa tahun lalu, petarung hebat dengan syarat Brasil ini dipandang sebagai calon juara. Setelah beberapa kali kalah, Walker saat ini cuma berjuang untuk meningkatkan kemampuannya dengan setiap tantangan yang digunakan dilalui. Namun, akhir-akhir ini, keadaan tidak ada berjalan baik untuknya. Meskipun miliki atribut fisik yang mengesankan, ia telah lama kalah pada dua pertarungan UFC terakhirnya.




