UMKM Binaan SIG Bukukan Transaksi Rp60 Juta di tempat Inacraft 2025

JAKARTA – Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan total operasi Rp60 jt selama pameran Pameran Inacraft 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa upaya UMKM binaan SIG pada memasarkan perpaduan wastra nusantara dengan tren fashion kekinian mampu menghasilkan kembali daya tarik yang mana kuat pada penduduk khususnya generasi muda.
“Partisipasi pada Inacraft 2025 bukanlah sekedar tentang penjualan, tetapi juga bagian dari strategi pemberdayaan jangka panjang,” ujar Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni pada pernyataannya pada hari terakhir pekan (21/2/2025).
SIG turut berpartisipasi di pameran INACRAFT 2025 dengan memfasilitasi dua UMKM binaannya yang dimaksud bergerak di area bidang fesyen nusantara yaitu Hastadana Batik Tulis Lasem kemudian Saleen. Menurut ia SIG terus memacu para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, menguatkan branding, juga memperluas akses pasar, baik melalui pameran maupun melalui jaringan digital.
“Dengan dukungan yang mana tepat, kami percaya bahwa UMKM dapat menjadi pilar utama pada perekonomian tempat dan juga nasional,” ujar Vita Mahreyni.
Dia mengungkapkan kesuksesan Inacraft 2025 tak lepas dari peran nyata para pelaku UMKM yang tersebut terlibat. Pebrika Sinta, pemilik Hastadana Batik Lasem dari Rembang mengungkapkan apresiasi yang tersebut tinggi melawan dukungan SIG.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih untuk Rumah BUMN SIG yang dimaksud telah terjadi sejumlah mengupayakan kami selama ini sehingga kami sanggup mengalami perkembangan juga berkesempatan mengikuti pameran kelas internasional seperti ini. Semoga SIG sama-sama Rumah BUMN selalu konsisten memajukan UMKM pada Wilayah Rembang serta sekitarnya,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, BUMN membuktikan komitmennya di menggerakkan kewirausahaan lalu pengembangan sektor kreatif, sesuai dengan visi Asta Cita yang mana menjadi arah perkembangan dunia usaha nasional.
Selanjutnya, Kementerian BUMN akan terus menguatkan peran Rumah BUMN sebagai pilar sektor ekonomi yang dimaksud memberdayakan pelaku bisnis lokal, menciptakan kemandirian ekonomi, dan juga mengakibatkan produk-produk Indonesia ke lingkungan ekonomi global.




