RI sambut baik tercapainya pemberitahuan KTT Arab persoalan rekonstruksi Wilayah Gaza

Ibukota Indonesia – Indonesia menyambut baik tercapainya pengumuman akhir Forum Taraf Tinggi (KTT) antara negara-negara Arab terkait dengan upaya dengan membantu pemulihan Jalur Daerah Gaza pasca-agresi negeri Israel beberapa waktu yang mana lalu.
“Kami menyambut baik Deklarasi Kairo sebagai hasil dari KTT Arab yang digunakan tentunya dengan segera terkait dengan upaya rekonstruksi Gaza, sebuah hal yang sangat dekat dalam hati rakyat dan juga pemerintah Indonesia,” ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Rolliansyah Soemirat pada taklimat media di area Jakarta, Kamis.
Meski Indonesia tidak negara partisipan KTT Arab tersebut, Roy meyakini bahwa nilai dan juga semangat Deklarasi Kairo akan kembali digaungkan pada rapat tingkat menteri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mana diinisiasi beberapa jumlah anggota OKI, termasuk Indonesia, pada hari terakhir pekan (7/3).
Menurut Roy, salah satu isu utama yang mana akan dibahas di konferensi OKI yang dimaksud adalah langkah lanjut Deklarasi Kairo juga penyelarasannya dengan keinginan dan juga pandangan negara-negara OKI pada perjuangan dengan membela kemerdekaan Palestina.
Jubir Kemlu RI kemudian menyoroti salah satu aspek penting pada pengumuman itu, yaitu penolakan terhadap segala bentuk upaya ataupun wacana untuk mengusir paksa warga Palestina dari tanah airnya.
“Ini sebuah sentimen yang mana tak belaka dimiliki negara-negara Arab, tapi juga warga internasional secara keseluruhan, termasuk Indonesia di tempat dalamnya,” kata Roy.
Roy juga meyakini bahwa sejumlah aspek pada pengumuman tersebut, baik secara secara langsung maupun tidaklah langsung, adalah sejenis dengan nilai dan juga semangat yang dimaksud terus disuarakan Indonesia pada forum-forum internasional terkait perjuangan Palestina.
“Kami pun telah menyampaikan bahwa pada saatnya nanti Indonesia akan terlibat pada upaya-upaya penduduk internasional di rekonstruksi Wilayah Gaza secara keseluruhan,” tutur dia.
KTT negara-negara Arab pada Selasa (4/2) menyepakati Deklarasi Kairo yang memuat rencana pemulihan awal dan juga rekonstruksi Kawasan Gaza "sebagai rencana komprehensif bersatu negara-negara Arab."
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara Arab setuju menolak pemindahan rakyat Palestina dari tanah air mereka "atas dalih atau situasi apa pun” serta setuju menunjuk sebuah komite hukum untuk mempelajari pengusiran rakyat Palestina sebagai kejahatan genosida.
Negara-negara Arab juga menyatakan penolakan terhadap tindakan tanah Israel memblokade bantuan kemanusiaan ke Jalur Wilayah Gaza dan juga memanfaatkan pengepungan Wilayah Gaza serta bencana kelaparan yang diderita warga sipil pada sana sebagai "cara mencapai tujuan kebijakan pemerintah tertentu."




