Nasional

PBB sebut mayoritas perempuan Indonesia optimistis terhadap masa depan

DKI Jakarta – PBB Indonesia mengungkap bahwa berdasarkan survei global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “We the Women” pada 2024, mayoritas perempuan Indonesia optimistis terhadap masa depan mereka.

“Tiga perempat responden di area Indonesia percaya bahwa pada lima tahun ke depan, kondisi mereka itu akan lebih tinggi baik,” kata Koordinator Residen PBB pada Indonesia Gita Sabharwal pada Kongres Pers Hari Perempuan Internasional 2025 di dalam Jakarta, Kamis.

Survei juga menyatakan bahwa dua pertiga responden menyatakan bahwa merek memiliki kendali berhadapan dengan masa depan mereka. Selain itu, perempuan Indonesia juga menempatkan pendidikan, kesehatan, kemudian pekerjaan layak sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digunakan paling penting bagi mereka.

Gita menyampaikan konstruksi yang dijalankan PBB berpusat pada SDGs, di area mana kesetaraan gender menjadi salah satu pilar utama. Indonesia disebutnya menunjukkan kemajuan yang lebih lanjut baik jika dibandingkan dengan sejumlah negara di dalam Asia Pasifik di pencapaian SDGs, meskipun dalam beberapa bidang masih diperlukan percepatan, termasuk di kesetaraan gender.

“Tahun ini, kita menyerukan peluang lintas generasi untuk kesetaraan gender, sebuah komitmen nyata untuk mewujudkan hak, kesetaraan, serta pemberdayaan bagi semua perempuan kemudian anak perempuan, sebagaimana tercermin di Asta Cita lalu RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional),” ucapnya.

Oleh lantaran itu, PBB di tempat Indonesia bekerja identik dengan pemerintah untuk mempercepat pencapaian SDGs dengan berbagai acara yang secara khusus mengupayakan perempuan. Secara khusus terdapat lima bidang utama kerja sebanding antara PBB dengan pemerintah Indonesia.

Pertama, memacu kesetaraan melalui teknologi. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, lalu Kebudayaan PBB (UNESCO), UN Women, juga Dana Anak PBB (UNICEF) menggalang pemerintah di menyusun regulasi Kecerdasan Buatan dan juga melakukan konfirmasi perempuan kemudian anak dapat berpartisipasi secara aman juga bermakna pada ruang digital.

“Kedua, pemberdayaan perekonomian perempuan adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, pada mana enam dari satu puluh usaha mikro, kecil, kemudian menengah dimiliki juga dijalankan oleh perempuan,” tuturnya.

Bidang kerja mirip ketiga adalah membantu peran perempuan pada solusi berkelanjutan. Sebagai contoh, pada inisiatif yang mana dipimpin Rencana Pembangunan PBB (UNDP), sebanyak 22 pembangkit listrik tenaga surya di dalam area terpencil sudah pernah dipasang kemudian setengah dari operator lokal yang tersebut dilatih untuk mengelolanya adalah perempuan.


Kemudian pada bidang kerja serupa keempat, PBB, melalui beberapa badannya serta lembaga lain, bekerja sejenis dengan pemerintah untuk menguatkan layanan dan juga mekanisme pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

Kelima, meningkatkan partisipasi perempuan pada misi perdamaian dengan menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB. Saat ini, hampir 600 perempuan tergabung pada kontingen penjaga perdamaian juga nomor yang dimaksud diperkirakan akan terus meningkat di beberapa tahun mendatang.

“Keberhasilan PBB terletak pada kemitraan yang kita bangun bersatu pemerintah, publik sipil, serta sektor swasta. Dengan meningkatkan kekuatan kemitraan ini, kita dapat mewujudkan kesetaraan gender, sejalan dengan semangat Hari Perempuan Internasional,” ucap Gita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button