Bos Bank Sentral Negeri Paman Sam Sebut Trump Tidak Bisa Memecatnya

JAKARTA – Gubernur bank sentral Negeri Paman Sam (Amerika Serikat) mendiskusikan seputar prakiraan bahwa jabatannya mungkin saja di bahaya ketika Donald Trump bersiap mengambil alih kekuasaan di area Washington. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell mengatakan, dirinya tidak ada akan mengundurkan diri jikalau Trump memohon dan juga bahwa “tidak diizinkan oleh hukum” bagi Gedung Putih untuk memaksanya keluar.
Powell menanggapi pertanyaan dari wartawan pada konferensi pers setelahnya bank sentral mengumumkan pemotongan biaya pinjaman, menurunkan suku bunga pinjaman utama the Fed ke kisaran 4,5% – 4,75%.
Diproyeksikan biaya pinjaman akan turun sangat jauh lebih banyak di untuk beberapa bulan ke depan. Namun ada rencana Trump yang dimaksud meraih kemenangan Pilpres Amerika Serikat 2024 untuk memangkas pajak, imigrasi dan juga tarif dapat menjaga tekanan pada naiknya harga juga menyokong pinjaman pemerintah, memperumit semuanya.
Trump telah dilakukan berjanji untuk mengenakan bea masuk setidaknya 10% pada semua barang yang dimaksud masuk ke AS, biaya yang menurut para ekonom akan diteruskan ke konsumen, hingga pada akhirnya menyebabkan kenaikan harga.
Pemotongan pajak juga dapat memicu kenaikan harga dengan menggalakkan pengeluaran, sementara deportasi massal imigran yang diusulkan oleh Trump akan menciptakan lubang besar di tenaga kerja Amerika Serikat yang tersebut dapat meningkatkan upah. Suku bunga utang Negeri Paman Sam telah lama melonjak minggu ini, mencerminkan perasaan khawatir tersebut.
Powell mengungkapkan pada hari Kamis, bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan bagaimana jadwal pemerintahan baru dapat memengaruhi perekonomian Negeri Paman Sam – atau bagaimana Fed harus merespons.
“Ini adalah tahap awal – kami tidaklah tahu apa kebijakannya, kami tidaklah tahu kapan merekan akan diterapkan,” katanya.
“Dalam waktu dekat, pilpres bukan akan berpengaruh pada kebijakan kebijakan kami.”
Sebagai informasi Powell ditunjuk sebagai ketua Fed oleh Trump pada 2017, tetapi kemudian menjadi sasaran kritik. Tahun ini, media Amerika Serikat melaporkan bahwa sekutu Trump mencari cara bagimana Gedung Putih menegaskan lebih tinggi sejumlah kendali menghadapi The Fed, termasuk prospek menggeser Powell dengan menunjuk pengganti sebelum waktunya.



