Jadi Tempat Kriminal Parkir serta Cuci Uang, Bank Hal ini Kena Denda Simbol Rupiah 47 T

Jakarta – Salah satu big bank yang dimaksud beroperasi di Amerika Serikat (AS) Toronto-Dominion (TD) Bank setuju untuk membayar denda sekitar US$ 3 miliar (Rp46,84 triliun) untuk otoritas AS.
TD Bank mengaku bersalah pada hari Kamis melawan tuduhan terkait pencucian uang pada persoalan hukum yang mana diajukan oleh jaksa federal, yang mengutarakan bahwa bank yang berbasis di Kanada yang disebutkan “memudahkan” para oknum kriminal untuk membuka rekening, mentransfer dana, juga bahkan menyetorkan uang tunai pada jumlah total besar pada cabang-cabangnya.
Mengutip laporan The New York Times, hukuman gabungan yang disebutkan merupakan yang tersebut terbesar yang tersebut pernah dijatuhkan oleh otoritas Negeri Paman Sam terhadap sebuah bank dikarenakan melanggar undang-undang anti pencucian uang, dan juga mencakup “batasan aset” yang menghindari TD Bank bertambah lebih tinggi besar dari ukurannya pada waktu ini.
Dokumen dakwaan federal memaparkan bagaimana, selama lebih lanjut dari satu dekade, karyawan TD Bank menerima suap juga mengabaikan aktivitas mencolok yang mana direalisasikan oleh klien kriminal dari Kolombia juga tempat lain.
Dalam satu contoh yang disitir oleh pihak berwenang, pribadi pria Queens yang dimaksud sebelumnya telah lama mengaku bersalah berhadapan dengan beberapa kejahatan memberikan kartu hadiah senilai lebih banyak dari US$ 57.000 (Rp 890 Juta) terhadap para pekerja bank sebagai imbalan melawan izin pencucian uang senilai lebih lanjut dari US$ 470 jt (Rp 7,28 triliun). Jaksa mengemukakan bahwa perilaku seperti itu merupakan rahasia umum di pada bank.
Dalam dokumen dakwaan, tertera percakapan para pekerja bank yang dimaksud melumrahkan aksi kriminal tersebut.
“Bagaimana itu tidak pencucian uang?” kata seseorang karyawan cabang bertanya terhadap yang lain pasca orang pengguna diizinkan membeli cek bank senilai lebih lanjut dari US$ 1 jt (Rp 15,5 miliar) dengan uang tunai.
“Oh, itu 100% memang benar (pencucian uang),” jawab karyawan kedua, dikutipkan dari The New York Times, Hari Jumat (11/10/2024).
Dalam contoh lain, individu manajer cabang mengirim email terhadap individu kolega, “Kalian benar-benar harus berhenti, LOL (laugh out loud/ngakak).”
Namun, dia tak pernah menghentikan operasi tersebut.
Adapun pembatasan aset, yang mana digencarkan oleh Kantor Pengawas Mata Uang, dianggap sebagai hukuman paling ekstrem dalam lapangan usaha perbankan.
TD Bank, dengan aset sekitar US$ 370 miliar, adalah bank besar pertama yang dimaksud menghadapi langkah langka itu sejak Wells Fargo, yang mana sudah dibatasi sejak 2018. Wells Fargo, yang juga merupakan salah satu big bank AS ekspansinya dibatasi karena sejumlah pelanggaran di antaranya membuka akun bank palsu untuk nasabahnya tanpa persetujuan mereka.
TD Bank pun mengaku bersalah melawan tuduhan berkonspirasi untuk tak mempertahankan acara anti pencucian uang yang digunakan memadai lalu tak mengajukan laporan proses yang tersebut akurat. Cynthia Adams, kepala bagian hukum TD Bank pada Amerika Serikat, mengajukan pembelaan melawan nama anak perusahaan bank ke Amerika Serikat di dalam Pengadilan Distrik Federal ke Newark, pada hadapan Hakim Esther Salas.
Jaksa federal, pada dokumen yang digunakan diajukan dalam pengadilan, menyatakan bahwa beberapa karyawan bank telah lama memungkinkan aksi pencucian uang oleh geng kriminal juga TD Bank lambat pada mendeteksi serta mengatasinya. Jaksa mengatakan, pengawasan bank terhadap proses sangat longgar, sehingga dari tahun 2018 hingga April tahun ini, bank tiada memantau aktivitas sekitar US$18,3 triliun secara memadai.
Jaksa mengemukakan dia juga sudah mendakwa tambahan dari banyak orang, diantaranya dua penduduk di bank.
“Prioritas pertumbuhan yang tersebut terus-menerus dari TD Bank menghadapi kontrol memungkinkan karyawannya untuk melanggar hukum dan juga memfasilitasi pencucian banyak jt dolar,” kata Michael J. Hsu, penjabat pengawas mata uang, di sebuah pernyataan.
“Pemberlakuan batasan aset akan menjamin bahwa bank berfokus pada penyelenggaraan kontrol yang dimaksud tepat yang mana sepadan dengan profil risikonya.”
Tindakan dengan yang disebutkan melibatkan jaksa federal ke New Jersey lalu Washington, Federal Reserve, Kantor Pengawas Mata Uang, kemudian otoritas Perbendaharaan lainnya.
“Ini adalah hari yang tersebut menyedihkan pada sejarah kami, yang sangat kami sesali,” kata kepala eksekutif TD Bank, Bharat Masrani.
Next Article Waduh, Citigroup Jadi Tempat Favorit Kriminal Cuci Uang
Artikel ini disadur dari Jadi Tempat Kriminal Parkir dan Cuci Uang, Bank Ini Kena Denda Rp 47 T




