Trump usulkan Kawasan Gaza diubah jadi ‘zona kebebasan’ ke bawah Negeri Paman Sam

Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (15/5) mengusulkan agar Jalur Wilayah Gaza yang digunakan berada dalam dikepung diubah berubah jadi apa yang digunakan ia sebut sebagai “zona kebebasan” di bawah kendali AS. Namun, rincian dari gagasan yang disebutkan masih belum jelas.
“Saya punya konsep untuk Kawasan Gaza yang tersebut menurut saya sangat bagus — jadikan Wilayah Gaza zona kebebasan. Biarkan Amerika Serikat terlibat serta ubah Wilayah Gaza berubah menjadi zona kebebasan sejati,” ujar Trump untuk wartawan dalam Qatar sebelum melanjutkan kunjungan ke Uni Emirat Arab, yang dimaksud bermetamorfosis menjadi tujuan terakhir pada tur Teluk-nya.
Buat zona kebebasan yang sesungguhnya, akibat tampaknya Gaza, setiap waktu, setiap 10 tahun, selalu terjadi lagi, bahkan tambahan dari itu. Sebenarnya terus berulang. Itu tak pernah menyelesaikan kesulitan Gaza,” ucapnya.
Trump menambahkan, “Jika memang benar perlu, saya akan bangga apabila Amerika Serikat memilikinya, mengambil alih, dan juga menjadikannya zona kebebasan.”
"Biarkan hal-hal baik terjadi. Tempatkan orang-orang pada rumah pada mana mereka bisa jadi merasa aman, serta kelompok Hamas harus ditangani," katanya.
Trump pertama kali melontarkan ide agar Negeri Paman Sam mengambil alih Wilayah Gaza pada Februari lalu. Gagasan yang disebutkan mendapat penolakan luas dari beragam negara di dalam dunia. Namun, presiden Negeri Paman Sam itu terus mengangkat isu ini secara sporadis selama tiga bulan terakhir.
Meski demikian, istilah “zona kebebasan” merupakan narasi baru dari Trump. Ia bukan menjelaskan secara rinci apa makna atau implementasi dari konsep yang disebutkan di pernyataan singkatnya kali ini.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Trump usulkan Gaza diubah jadi ‘zona kebebasan’ di bawah AS




